Wednesday, June 24, 2015

Media, BL, Fujo, Agama, Perubahan pola pikir, ii ka na?

Ehm... sebelum mimin mulai post ini, mimin mau ngasih peringatan dulu...
Karena post ini sangat mengandung SARA! Nggak suka pergi sana shuu, shuu >:)    Fufufufu *ketawa ala Koro-sensei

Jadi gini. Hari ini gue nggak sengaja baca fanfic BL saat gue berkelana di fandom Harvest Moon. Tau kan BL? Itu lho, Boys Love, percintaan sesama laki-laki, atau bahasa umumnya gay atau homo. Tentu saja ini bukan hal baru bagi gw, dan gw bukannya shock kayak gimana. Cuma tiba-tiba gw didera kesadaran... *mungkin karena ini bulan puasa*, bahwa sejatinya pemikiran gw udah agak belok. Hal ini terbukti dari sebuah fanfic yang gw buat kurang lebih dua tahun lalu tanpa gw publikasikan, di mana teman si heroine ini homo, terus si heroine nya ini meresponsnya seperti ini. Mari kita lihat kronologisnya:

"Hey, Niida-kun, kau suka Oda-senpai ya?" Tanyaku.
"Eh?! Ba... bagaimana kau tahu?"
Aku tertawa lagi. Oh, ini sangat aneh. Niida seperti pria sejati tapi ternyata ia gay.
"Matamu seolah ingin melahapnya."
"Aaah! Tidak mungkin!" Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ya ampun, dia terlihat agak.... ehm... kemayu.
"Ehm... iya... aku suka dia...." akunya dengan wajah sangat merah.
"Kau tahu, kau orang pertama di sekolah yang tahu kalau aku ini... gay. Kau tahu, aku berusaha menyukai perempuan tapi aku tak bisa. Bagaimanapun aku berusaha, aku merasa mungkin ini sudah bawaanku." Lanjutnya. Aku hanya tersenyum. Aku tidak seperti bicara dengan pria. Ini seperti obrolan cewek biasa. "Kau tidak merasa jijik?"
"Eh? Kenapa? Kau hanya suka dia kan? Kurasa tak ada masalah. Meskipun lebih baik jika kau menyukai perempuan sih. Tapi aku tak bisa memaksamu. Sukai orang yang ingin kau sukai."

Wow. What the hell did I write back then?!

Gw rasa saat itu gw terpengaruh sangat banyak hal dari drama-drama ataupun anime-anime Jepang yang gw tonton: If you met a gay, don't tell him to stop. Support him. It's his life, it's his choice, it's his natural orientation. It's gene. That is the way God Made him.

Uhm... yeah. Meskipun gw bilang drama/manga yang nyinggung 'support to Gay' nggak akan mempengaruhi gw, kenyataannya itu berhasil mengubah pandangan gw terhadap homoseks secara halus. Gw tanpa sadar membuat dialog seperti itu dalam fanfic gw --yang nggak gw publikasikan itu. Gw secara nggak sadar jadi berpikir bahwa homoseks itu biasa... dan normal. He.

Tentu saja orientasi seks gw masih normal. Sangat normal. Cuma pandangan gw terhadap homoseks itu jadi 'biasa'. Yeah, terkhusus soal cowok sama cowok sih, kalo lesbi pandangan gw nggak pernah berubah, gw bahkan nggak mau membayangkan lesbi sama sekali x/ mungkin karena gw nggak pernah menyentuh Yuri atau Shounen Ai sedikitpun. Well, kalo nyerempet-nyerempet shounen ai kan banyak di komik/drama straight sekalipun.

Nah ini maksud gw. Ketika lu banyak melihat kejadian Yaoi, Shounen Ai, dan sejenisnya di media, meskipun cuma dikit-dikit... tersirat dikit-dikit... terus semakin nambah dan semakin nambah... pola pikir kita ternyata bisa berubah. Meskipun kita bilang itu nggak akan mempengaruhi kita, siapa yang jamin? buktinya gw aja tanpa sadar sudah terpengaruh. Mungkin kalo gw sama sekali nggak mengekang diri gw (gw nggak pernah dengan sengaja ngonsumsi komik yang jelas-jelas ada genre YAOI nya), gw akan jadi fujo sepenuhnya. Tahu fujo kan? Itu lho, sebutan untuk pecinta genre yaoi atau BL.

Ask : Tapi kan ceritanya bagus? Itu seni! Seni! Lo nggak ngerti keindahan BL, mimiin!!
Me  : Tapi kan itu bisa bikin gue belok? Well, nikmati aja seni itu sendiri. Gw mau cari seni yang lain, yang lebih bagus. Gw lebih suka cerita ''fluffy fluffy'' straight, so I'm sorry. GOOD BYE! *pake gaya Hikka*

Well, gw akui nge-ship bias-bias kita yang cowok-cowok kece itu sebagai pasangan memang membuat gw rada berpikir, "ih lucu juga ya...".... DULU. Seriusan itu dulu, waktu gw masih ngefans sama Super Junior. Jaman-jaman gue SMA. Fans service itu bagaikan makanan lezat bwt gw, back then. Sekarang, walaupun gw ngefans sama HSJ seampun-ampunan, dan gw 'sempet' merasa 'ih lucu juga ya...' waktu ngeliat foto chii lagi manja-manjaan sama Yuya, karena gw menghindari 'lingkungan' fujoshi yang nge-ship antar mereka, gw masih illfeel setiap ngeliat fanfiction yaoi. Jadi kesimpulannya? Pandangan itu faktor lingkungan cuy. Dan kalo lu udah nyebur, susah sumpah keluar dari pandangan itu kecuali lu nahan diri dan pensiun untuk waktu lama dari wilayah BL. Karena BL itu akan selalu ada di otak lu.

Misal: gw dan temen gw nonton Ansatsu Kyoshitsu. Gw biasa aja tuh, ngeliat si Nagisa senyum atau deket-deket akrab sama si Karma. Tapi beda dengan temen maya gw yang fujoshi. Di mata dia, segala situasi itu mengarah ke yaoi. Sama halnya antara gw sama temen SMA gw (cewek) dulu. Kita sama-sama main Harvest Moon More Friends of Mineral Town. Karena otak gw udah terkontam sama 'fluffy fluffy romance' dari komik shojo, tiap moment itu terasa seperti situasi 'fluffy fluffy'. Gw maen sambil di otak gw jejingkrakkan tiap heart event. Bahkan cuma dengan memposisikan char gw di deket bachelor inceran gw, membuat gw memikirkan suatu story line alternatif yang nggak ada di heart event (sometimes something 'a litte bit bit' pervert). Tapi temen gw maen dengan muka datar dan cool aja.

Salah seorang senior cewek gw dulu juga pernah cerita. Dia pernah di 'tembak' sama temen deketnya sendiri, yaitu cewek. Dan dia beneran sempet bimbang, mulai berasa terpengaruh, meskipun dia sebetulnya akhwat tulen. Tapi lalu dia memasang armor, memutuskan untuk nggak berhubungan lagi dengan temannya itu, jalan lurus, dan alhamdulillah dia udah nikah sekarang dengan cowok.

Jadi itulah masalahnya. Karena pikiran itu udah kontam. Karena kata 'kontaminasi' itu sendiri dalam KBBI artinya:

kontaminasi/kon·ta·mi·na·si/ n 1 pengotoran; pencemaran (khususnya krn kemasukan unsur luar); 2 Ling penggabungan beberapa bentuk (kata, frasa, dsb) yg menimbulkan bentuk baru yg tidak lazim;

Gw berpandangan bahwa apa yang dulu pernah gw tulis di fanfic yang nggak gw publikasikan itu salah dan sesat (untung nggak gw publish... hahaha *jitak). Sifat Gay/Lesbi nggak berasal dari gen kalian. Kecuali lu futanari sejati yang memang berkelamin ganda, dan perlu memilih salah satu jenis kelamin sesuai dengan kecendrungan lu, jangan berani-berani bilang seperti Niida-kun dalam fanfic sesat gw itu: "Bagaimanapun aku berusaha, aku merasa mungkin ini sudah bawaanku."

Sungguhkah kalian sudah berusaha? Sudahkah kalian memutus semua rantai menuju homoseksual? Sudahkah kalian mengatakan pada diri sendiri bahwa "ini salah, gw salah, homoseks itu salah. dan Tuhan murka dengan homoseks." dengan tegas? atau cuma sekadar "emang beneran salah ya?" dan masih mencari pembenaran? Jikapun orientasi seks itu memang sulit sangaaat sulit untuk diubah, maka bertahanlah untuk tidak melakukannya. Bertahanlah demi Zat yang menciptakan dirimu. Jangan menjadi seperti kaum Luth yang dilaknat oleh Allah.

Untuk yang beragama Islam, saya sangat menganjurkan untuk membaca artikel ini:
bagian 1: http://www.eramuslim.com/oase-iman/abdul-mutaqin-untuk-keluhan-lelaki-muslim-gay-bag-1.htm#.VYprZBuqpfw
bagian 2: http://www.eramuslim.com/oase-iman/abdul-mutaqin-untuk-keluhan-lelaki-muslim-gay-bag-2-habis.htm#.VYp4txuqpfw

Dan untuk mereka yang  tak ingin membaca sesuatu yang berhubungan dengan Islam, silahkan baca ini:
https://augustine1blog.wordpress.com/2014/08/05/this-is-the-way-god-made-me-a-scientific-examination-of-homosexuality-and-the-gay-gene/. Kalo nggak mau baca yang berhubungan dengan Kristen juga, silahkan baca artikel pertama aja.

Maaf kepada teman-teman fujo. Maaf juga kepada teman-teman gay dan lesbian. Ini pandangan pribadi gw sebagai manusia dan muslim. Gw juga nggak bisa menghentikan fantasi kalian. Gw juga tau betapa imutnya 'uke' itu menurut kalian. Cuma gw sejujurnya marah ketika kalian nge-ship bias gw seenaknya. Gw lebih suka denger berita bias gw (terutama anak2 HSJ itu) kepergok pacaran dari pada mereka dijadiin karakter uke atau gambarnya di edit supaya jadi kayak BL. Dan mungkin bagi temen-temen fujo nge-ship cowok dengan cowok itu buat seneng-senengan aja, tapi kalo dampaknya bikin orang jadi uke beneran gimana? Kalo dampaknya jadi bikin orang mikir homoseks sebagai sesuatu yang wajar gimana? Kalaupun pengen nge-ship BL mungkin di pikiran aja kali ya? Jangan dipublish ke public.

Gue cuma mau mengingatkan. Nggak usah banyak alasan. Nggak usah banyak ngeles, bilang ulama ini ngebolehin lah, bilang pemimpin agama ini ngebolehin lah. Untuk yang muslim, gw ingatkan, Al-Qur'an itu dari Allah dan dijamin keasliannya hingga hari kiamat. Dia-lah yang akan menghakimimu di akhirat nanti. Jadi kalo ada pendapat pemimpin agama yang bertentangan dengan Al-Qur'an, ikutilah Al-Qur'an. Karena itu pegangan utama kita. Emang yang megang neraka pemimpin agama lu? Bukan gan. Allah yang megang. Allah Yang Maha Tahu. Nalar aja sih, kalo dasarnya aja udah salah, mana mungkin ke atas-atasnya bener?

Ask: Aaah, gitu aja takut.
Me: Uhm... Sorry. Jika suatu saat lu berada dalam keadaan sangat sangat sangaat bahaya, dalam keadaan yang sangat tak berdaya, dan tak ada siapapun yang bisa lu andalkan, nama siapa yang lu sebut? Pacar lu? Mangaka favorit lu? Ikemen favofit lu yang posternya nempel di seantero diding kamar lu?
Ask: (ask to yourself, if you still dare and belagu to say that you're not afraid to your Creator, pencipta dan penguasa nafasmu sampai ke tiap organel, molekul penyusun sel-sel rambut hidungmu itu)

Sebagai orang biologi, gw sarankan, kalo pun kalian memang nggak percaya agama, seenggaknya percayalah bahwa sperma dan sperma nggak akan menghasilkan zigot. Percayalah bahwa monyet jantan pun pasti mencari betina saat musim kawin dan meskipun dia nggak dapat betina, monyet itu nggak akan  jadi uke yang nyari seme. Dia akan tunggu musim kawin berikutnya. Karena kalau mereka lebih milih jadi homoseksual, maka punahlah spesies mereka. Hukum alam. Kodrat.


Sebuah pandangan pecinta game RPG, fanfiction, manga, dorama, dan jejepangan, terhadap masalah sosial.

No comments:

Post a Comment